cupHcupHcupH

kurangi nonton tv

Posted on: Maret 24, 2008

Pengaruh media terhadap anak kini semakin besar, teknologi semakin canggih dan intensitasnya semakin tinggi. Padahal orangtua tidak punya waktu yang cukup untuk memperhatikan, mendampingi, dan mengawasi anak. Anak lebih banyak menghabiskan waktu menonton TV ketimbang melakukan hal lainnya. Dalam seminggu anak bisa menonton TV sekitar 170 jam.

Berikut ini fakta tentang kebiasaan menonton TV pada anak-anak :

~Anak merupakan kelompok pemirsa yang paling rawan terhadap dampak negatif siaran TV
~Data tahun 2002 mengenai jumlah jam menonton TV pada anak di Indonesia adalah sekitar 30-35 jam/minggu atau 1.560-1.820 jam/tahun. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan jam belajar di sekolah dasar yang tidak sampai 1.000 jam/tahun
~Tidak semua acara TV aman untuk anak. Bahkan, pada tahun 2004 acara untuk anak yang aman hanya sekira 15% saja. Oleh karena itu, harus betul-betul diseleksi
~Saat ini jumlah acara TV untuk anak usia pra-sekolah dan sekolah dasar perminggu sekitar 80 judul ditayangkan dalam 300 kali penayangan selama 170 jam. Padahal dalam seminggu ada 24 jam x 7 = 168 jam! Jadi, selain sudah sangat berlebihan, acara untuk anak juga banyak yang tidak aman
~Acara TV bisa dikelompokkan dalam tiga kategori, yaitu: Aman, Hati-hati, dan Tidak Aman untuk anak
~Acara yang ‘Aman’: tidak banyak mengandung adegan kekerasan, seks, dan mistis. Acara ini aman karena kekuatan ceritanya yang sederhana dan mudah dipahami. Anak-anak boleh menonton tanpa didampingi
~Acara yang ‘Hati-hati’: isi acara mengandung kekerasan, seks dan mistis namun tidak berlebihan. Tema cerita dan jalan cerita mungkin agak kurang cocok untuk anak usia SD sehingga harus didampingi ketika menonton
~Acara yang “Tidak Aman”: isi acara banyak mengandung adegan kekerasan, seks, dan mistis yang berlebihan dan terbuka. Daya tarik yang utama ada pada adegan-adegan tersebut. Sebaiknya anak-anak tidak menonton acara ini

Kenapa kita harus mengurangi menonton TV?
~Berpengaruh terhadap perkembangan otak
Pada perkembangan otak anak usia 0-3 tahun, pengaruh TV dapat menimbulkan gangguan bicara, menghambat kemampuan membaca-verbal maupun pemahaman. Juga, menghambat kemampuan anak dalam mengekspresikan pikiran melalui tulisan, meningkatkan agresivitas dan kekerasan pada usia 5-10 tahun, dan tidak mampu membedakan antara realitas dan khayalan.
~Mendorong anak menjadi konsumtif
Anak merupakan target pengiklan yang utama sehingga mendorong mereka menjadi konsumtif.
~Berpengaruh terhadap sikap
Anak yang banyak menonton TV namun belum memiliki daya kritis yang tinggi, besar kemungkinannya terpengaruh oleh apa yang ditampilkan di televisi.
~Mengurangi semangat belajar
Bahasa televisi simpel, memikat, dan membuat ketagihan sehingga sangat mungkin anak menjadi malas belajar.
~Membentuk pola pikir sederhana
Terlalu sering menonton TV dan tidak pernah membaca menyebabkan anak akan memiliki pola pikir sederhana, kurang kritis, linier atau searah dan pada akhirnya akan mempengaruhi imajinasi, intelektualitas, kreativitas dan perkembangan kognitifnya.
~Mengurangi konsentrasi
Rentang waktu konsentrasi anak hanya sekitar 7 menit, persis seperti acara dari iklan ke iklan, akan dapat membatasi daya konsentrasi anak.
~Mengurangi kreativitas
Dengan adanya TV, anak-anak jadi kurang bermain, mereka menjadi manusia yang individualistis. Setiap kali mereka merasa bosan, mereka tinggal memencet remote control dan langsung menemukan hiburan.
~Meningkatkan kemungkinan obesitas (kegemukan)
Kita biasanya tidak berolahraga dengan cukup karena kita biasa menggunakan waktu senggang untuk menonton TV, padahal TV membentuk pola hidup yang tidak sehat. Penelitian membuktikan bahwa lebih banyak anak menonton TV, lebih banyak mereka mengemil di antara waktu makan, mengonsumsi makanan yang diiklankan di TV dan cenderung mempengaruhi orangtua mereka untuk membeli makanan tersebut.
~Merenggangkan hubungan antar anggota keluarga
Kebanyakan anak menonton TV lebih dari 4 jam sehari sehingga waktu untuk bercengkrama bersama keluarga terkalahkan oleh TV. Rata-rata, TV dalam rumah bisa hidup selama 7 jam 40 menit setiap harinya.
~Matang secara seksual lebih cepat
Kini banyak tontonan dengan adegan seksual yang ditayangkan pada waktu anak menonton TV sehingga anak mau tidak mau menyaksikan hal-hal yang tidak pantas baginya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Link Us

Free Shoutbox Technology Pioneer The Free Site!
Search Engine Optimization and SEO Tools BlogFlux Tools I Support IGOS Summit 2 website monitoring servicewebsite tracker @Submit!-FREE Promotion ”saya http://plurk.com/redeemByURL?from_uid=3233004&check=-246086052&s=1

uLtaH wa…

myspace layouts, myspace codes, glitter graphics

tang9aL bRp yawH???

Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Blog Stats

  • 25,632 hits
Iklan
%d blogger menyukai ini: